Rabu, 25 November 2009

Mantan Atlet Pencak Silat Mendapat Penghargaan

Seperti dilansir dalam harian Pikiran Rakyat edisi Selasa, 24 November 2009, sebanyak lima belas atlet Jawa Barat menerima penghargaan berupa bantuan pemberian rumah dari Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga. Mereka adalah penerima penghargaan berupa uang masing-masing Rp 100 juta, yang ditransfer ke rekening yang bersangkutan.

Dari kelima belas penerima penghargaan tersebut, ada tiga nama mantan atlet pencak silat, yaitu: Istiyar Vidya Irianti , Samiaji dan Syakera Hujasmedi. Program Penghargaan ini tentu saja kami sambut dengan penih suka cita. Karena bagaimanapun, ini bisa dijadikan salah satu motivator untuk menumbuh kembangkan keinginan berprestasi kepada atlet-atlet yang sedang kami bina.

Namun sayang, Program yang sangat baik ini dirasa belum menyentuh pada niat baik yang sebenarnya. Mengacu pada surat keputusan Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga Nomor 0328 tahun 2009 tanggal 28 Agustus 2009 tentang Pemberian Penghargaan Rumah bagi Olah Ragawan/Mantan Olah Ragawan Berprestasi Tahun Anggaran 2009. Program Penghargaan ini hanya ditujukan bagi mereka "mantan atlet" yang telah memiliki prestasi di tingkat Nasional dan Internasional. Pada kenyataannya, ada atlet yang sama sekali tidak mempunyai prestasi di tingkat Nasional apalagi di tingkat Internasional bisa mendapatkan penghargaan tersebut. Sebut saja Bapak Syakera Hujasmedi yang notabene tidak mempunyai prestasi di even/kejuaraan Nasional semisal Pekan Olahraga Nasional.

Sedangkan pesilat veteran yang benar-benar mempunyai prestasi dan telah mengharumkan nama bangsa justru terlewatkan begitu saja. Bapak Ujang Jayadiman peraih medali emas pada gelaran PON X 1981 di Jakarta dan peraih medali perak pada kejuaraan Infitasi Internasional I 1982 (Kejuaraan Dunia sekarang) di Jakarta. Merasa niatan baik dari Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga tersebut tidak dapat dirasakannya.

Oleh karenanya perlu ada verifikasi ketat dari pihak Kementrian Negara Pemuda dan Olah Raga atas data atlet berprestasi yang diajukan oleh pemerintah daerah. Karena bagaimanapun ini merupakan hak yang mesti diterima oleh orang yang benar-benar telah melaksanakan kewajibannya dalam mengharumkan nama Bangsa maupun daerahnya.

Minggu, 30 Agustus 2009

Rudi Hartono "Tantangan Berat Badan"


ADA dua misi yang harus dilakukan pesilat andalan Kabupaten Bandung, Rudi Hartono pada bulan Ramadan 1430 H ini. Yang pertama jelas harus berpuasa. Dan yang kedua adalah menjaga agar bobot tubuhnya tidak turun drastis.

Dua misi inilah yang dianggap Rudi sebagai tantangan tersendiri. "Ya, kondisi seperti ini sangat sulit bagi saya menghadapinya. Tapi, saya akan berusaha sekuat tenaga menjalankannya dengan kemampuan terbaik supaya puasa tetap jalan dan mempertahankan berat badan juga terlaksana," ujarnya kepada "GM", belum lama ini.

Urusan mempertahankan berat badan supaya tidak turun drastis berhubungan erat dengan persiapannya menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar tahun depan. Pada penyelenggaraan Porda, Rudi harus naik satu kelas dari kelas F ke kelas G. "Maka konsekuensinya, saya harus menambah berat badan sekitar 5 kg ke angka 76 atau 77 kg," ungkapnya.

Tuntutan yang cukup sulit dilakukan di bulan Puasa ini, tidak lantas membuat Rudi panik dan putus asa. Bahkan sebaliknya, ia menghadapi tantangan tersebut dengan semangat yang tinggi. "Yang pasti, saya berusaha supaya berat badan tidak drop dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi tinggi dan istirahat yang cukup," katanya.

Karena harus mempertahankan berat badannya, maka selama bulan Puasa ini, Rudi hanya melakukan joging tanpa melakukan latihan keras seperti hari-hari biasanya.

Untuk meningkatkan berat badan, Rudi sudah mempunyai program yang sudah dirancang pelatihnya.

"Pada bulan Puasa ini, saya latihan ringan saja. Baru setelah Lebaran nanti, saya akan berlatih dengan cukup keras ditambah dengan konsumsi makanan yang bergizi supaya berat badan naik," kata Rudi.
(ozy/"GM")**

KONI Kab. Bandung Cairkan Dana Triwulan

SOREANG,(GM)-
KONI Kab. Bandung akan mengucurkan dana pembinaan triwulan ketiga kepada atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010. Menurut rencana, uang bantuan triwulan ketiga tersebut akan diserahkan secara langsung kepada setiap cabang olahraga, Selasa (1/9) di Sekretariat KONI Kab. Bandung, Jalan Raya Soreang-Ciwidey.

"Kita sudah sepakat untuk mengucurkan dana bantuan triwulan kepada setiap cabor yang akan kita bagikan secara serempak pada Selasa (1/9, red) nanti," ujar Sekretaris Satgas KONI Kabupaten Bandung, Herda N. Gani kepada "GM", Sabtu (29/8).

Dana bantuan untuk triwulan ketiga ini, lanjut Herda, sangat berbeda dengan bantuan triwulan pertama dan kedua. Pada triwulan ketiga ini, setiap atlet dan pelatih akan mendapatkan insentif sebesar Rp 200 ribu per bulan. "Sekarang, kita sudah mulai membantu atlet dan pelatih yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Porda. Sedangkan triwulan pertama dan kedua, diberikan untuk membantu setiap cabang olahraga dalam melakukan pembinaan terhadap atletnya," ungkapnya.

Dijelaskannya, dana untuk atlet dan pelatih sebesar Rp 200 ribu tersebut merupakan bentuk perhatian dari KONI Kabupaten Bandung. Selama ini, atlet dan pelatih sudah berlatih dengan cukup serius untuk meraih prestasi yang terbaik di Porda nanti. "Jadi, mulai triwulan ketiga ini, atlet dan pelatih akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 200 ribu," terangnya.

Karena KONI baru mendapatkan dananya bulan ini, maka triwulan ketiga untuk bulan Juli-September akan dibagikan sekaligus. Dengan demikian, setiap atlet dan pelatih akan langsung mendapatkan uang sebesar Rp 600 ribu. "Jadi kita rapelkan karena dana untuk triwulan ketiga ini baru kita terima," terangnya.

Menurut Herda, pihaknya berusaha supaya dana yang diajukan KONI dalam anggaran perubahan APBD Kabupaten Bandung tahun 2009 bisa dikabulkan DPRD Kabupaten Bandung.

"Ya, untuk tahap pertama ini kita memberikan uang bantuan sebesar Rp 200 ribu. Namun jika proposal yang kita ajukan dalam perubahan APBD Kab. Bandung diterima, maka kita akan memberikan tambahan uang bantuan kepada atlet dan pelatih di triwulan keempat untuk bulan Oktober-Desember mendatang," tegasnya.(B.111)**

Herda, ”Siapkan 40 Cabor untuk Porda”


SOREANG,(GM)-
Menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar, KONI Kab. Bandung akhirnya menyiapkan 40 cabang olahraga. Hal ini dipastikan setelah cabor gantole, paralayang, dan boling masuk dalam daftar cabor yang akan diikutsertakan dalam Porda tahun depan. Sebelumnya terdapat 37 cabor yang telah ditetapkan KONI.

"Setelah kita lakukan penilaian, ketiga cabor tersebut layak ikut ambil bagian pada Porda XI Jawa Barat tahun depan, ditandai dengan prestasi yang mereka raih pada ajang simulasi lalu," ujar Sekretaris Satgas KONI Kab. Bandung, Herda M. Gani kepada "GM", Sabtu (29/8).

Karena itu, lanjut Herda, ketiga cabor tersebut langsung mendapatkan dana pembinaan dari KONI Kab. Bandung sebesar Rp 3 juta pada triwulan ketiga ini. Karena masiha baru, para atlet dan pelatih ketiga cabor tersebut belum mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 200 ribu/bulan.

"Kita akan melihat pembinaan yang mereka lakukan. Kemungkinan para triwulan keempat nanti, kita mengucurkan dana bagi atlet dan pelatih," ungkapnya.

Dijelaskan Herda, ketiga cabor tersebut dinilai sangat potensial untuk merebut medali emas pada Porda tahun depan. Pada simulasi kemarin, ketiga cabor tersebut mempersembahkan medali emas.

"Dengan demikian, gantole, paralayang, dan boling termasuk cabor yang bisa menghasilkan emas bagi Kab. Bandung. Karena itu, ketiganya layak turun pada Porda tahun depan," terangnya.

Dibandingkan dansa dan drumband, ketiga cabor tersebut sangat berpeluang mendulang emas. Untuk itu, Satgas dan KONI Kab. Bandung akan meninjau ulang keikutsertaan drumband dan dansa.

"Kita akan lihat perkembangan drumbband dan dansa sebelum pelaksanaan Porda. Karena tentunya, kita berharap semua cabor bisa mendulang emas bagi Kab. Bandung," tegasnya. (B.111)**

Kamis, 27 Agustus 2009

3 Tokoh Olahraga Jabar Dapat Penghargaan

PAJAJARAN,(GM)-
Selain akan memberikan penghargaan kepada 12 insan olahraga berprestasi, Pemprov Jabar juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia dan atlet penyandang cacat berprestasi, pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2009, 9 September mendatang.

Hal tersbut disampaikan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, Amung Ma'mun kepada wartawan di Gedung KONI Jabar, Jln. Pajajaran, Rabu (26/8).

"Pada Haornas nanti, kita juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia dan atlet penyandang cacat putra dan putri. Mereka yang sudah berdedikasi dan berprestasi di cabor masing-masing. Ini bentuk apresiasi kita untuk mereka karena sudah melakukan pembinaan olahraga di Jabar dan mengharumkan nama daerah maupun Jabar, di tingkat nasional ataupun internasional," papar Amung.

Amung mengaku belum mengetahui pasti berapa jumlah tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia dan atlet penyandang cacat, yang akan diberi penghargaan tersebut. "Kita belum tahu berapa jumlahnya, yang pasti tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia yang akan diberi penghargaan, diantaranya Jhony Nasution (terjun payung), Ade Angga (dayung), dan D. Parma Sunarya (bulu tangkis)," ungkapnya.

Diungkapkan Amung, nama-nama para peraih penghargaan yang direkomendasikan KONI Jabar tersebut paling lambat harus diserahkan ke Disorda Jabar, Senin (31/8). "Setelah kami terima nama-namanya Senin depan, sehari kemudian (Selasa, 1/9) kami akan melakukan rapat pleno untuk membahasnya," katanya.

Selain pemberian penghargaan, dalam rangkaian peringatan Haornas juga akan digelar festival olahraga tradisional Jabar, Jabar 10 K, dan lomba aerobik.(B.110)**

Kamis, 20 Agustus 2009

PENCAK SILAT DIUPAYAKAN MASUK OLIMPIADE


SEJUMLAH pendekar melakukan atraksi pencak silat di Padepokan Perguruan Pencak Silat Putra Siliwangi, Kab. Garut, Rabu (11/3). Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga mendorong agar cabor tersebut dapat diikutsertakan pada Olimpiade.* RIRIN N.F./"PR"

GARUT, (PR).-
Minimnya infrastruktur menyebabkan pembinaan cabang olah raga pencak silat tidak optimal. Oleh karena itu, Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga mendorong agar cabor tersebut dapat diikutsertakan pada Olimpiade.

Demikian diungkapkan Deputi Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga Bidang Sarana Prasarana Prof. Dr. Johar Arifin di sela-sela peresmian GOR Putra Siliwangi di Padepokan Perguruan Pencak Silat Putra Siliwangi, Jln. Pembangunan, Desa Sukajaya Tarogong, Kab. Garut, Rabu (11/3).

"Permasalahan pencak silat, di antaranya minim infrastruktur. Karena itu, diharapkan cabang ini dapat diikutsertakan dalam Olimpiade," katanya. Dalam kesempatan tersebut, turut diresmikan lapangan sepak bola Rancabango.

Menurut dia, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olah raga, tetapi sebagai budaya bangsa yang luhur dan harus dikembangkan sebagai jati diri dan ciri khas bangsa Indonesia. "Diharapkan, cabor pencak silat memunculkan prestasi membanggakan di kancah internasional," ujarnya.

Menurut dia, sedikitnya seribu atlet pencak silat mendapat jatah pembinaan pada 2009. "Dengan pembinaan secara terus-menerus, atlet terlatih untuk profesional. Dengan demikian, mereka dapat menikmati hasil jerih payahnya selama menjadi atlet," ucapnya.

Selain itu, dia mengharapkan perkembangan pencak silat di Kab. Garut dapat ditingkatkan. "Keberadaan GOR yang baru ini menjadi salah satu upaya untuk pembinaan atlet sehingga perlu dipelihara untuk kelanggengan infrastruktur pendukung," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kabag Bidang Administrasi Kemasyarakatan Setda Garut Lily Aliyubnu. Pembangunan secara swadaya GOR tersebut patut diapresiasi karena pengembangan cabor pencak silat dilakukan lewat pemberdayaan tanpa perlu menunggu bantuan dari pemerintah. "Pembinaan olah raga sekaligus upaya peningkatan prestasi merupakan bagian integral pembangunan karakter daerah," katanya. (A-158)***

LATIHAN PENCAK SILAT SDN 4 CIBIRU BANDUNG


SOBAT-SOBAT kelas V SDN 4 Cibiru, Kota Bandung, melakukan latihan rutin pencak silat setiap Selasa di sekolahnya. Latihan dilakukan per kelas. Pencak silat merupakan salah satu cabang olah raga yang diajarkan di SD ini. Baik laki-laki maupun perempuan, semua boleh ikut serta dalam latihan. Selain untuk menjaga kesehatan, pencak silat juga bermanfaat untuk melindungi keselamatan diri. Dengan menguasai jurus-jurus yang diajarkan, kita bisa membela diri, menghindar dari maksud-maksud jahat. Akan tetapi, ingat sobat, kepandaian pencak silat bukan digunakan untuk ajang berkelahi lho. (Ag. Tri Joko Her Riadi/"PR")***

LATIHAN PENCAK SILAT SDN 4 CIBIRU BANDUNG


SOBAT-SOBAT kelas V SDN 4 Cibiru, Kota Bandung, melakukan latihan rutin pencak silat setiap Selasa di sekolahnya. Latihan dilakukan per kelas. Pencak silat merupakan salah satu cabang olah raga yang diajarkan di SD ini. Baik laki-laki maupun perempuan, semua boleh ikut serta dalam latihan. Selain untuk menjaga kesehatan, pencak silat juga bermanfaat untuk melindungi keselamatan diri. Dengan menguasai jurus-jurus yang diajarkan, kita bisa membela diri, menghindar dari maksud-maksud jahat. Akan tetapi, ingat sobat, kepandaian pencak silat bukan digunakan untuk ajang berkelahi lho. (Ag. Tri Joko Her Riadi/"PR")***

Indonesia Bangga Pencak Silat Masuk di AMAG 2009

Jakarta, (tvOne)

Indonesia bangga dengan hadirnya pencak silat yang dipertandingkan dalam AMAG (Asian Martial Arts Games/Kejuaraan Bela Diri Asia) 2009 di Bangkok, Thailand, karena cerminan bahwa Indonesia memiliki seni bela diri yang diakui dunia.

"Terlepas masalah prestasi, namun kita sebagai bangsa Indonesia merasa bangga melihat tulisan-tulisan `Pencak Silat` di sudut-sudut Kota Bangkok, yang mencerminkan pengakuan dunia bahwa Indonesia memiliki seni bela diri khas," kata Wakil Ketua Kontingen Indonesia pada AMAG 2009, Achmad Amins di Bangkok, Selasa.

Amins seperti dilansir Antara menjelaskan bahwa pada event tersebut hadir 45 negara di kawasan Asia termasuk negara-negara pecahan Uni Sovyat/Rusia sehingga kian memperkenalkan seni bela diri tersebut serta nama Indonesia di mancanegara.

"Tengok saja Thailand semua hal yang berbau negara ini mampu mereka kemas dan jual untuk mendukung sektor kepariwisataan, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama, ingat pencak silat ingat Indonesia," kata Achmad Amins yang juga walikota Samarinda itu.

Hal itu disampaikannya sesuai menyerahkan penghargaan sejumlah uang kepada Eka Sahara, atlet kelas berat putri dan Rizal Syamsir, atlet kelas putra taekwondo yang masing-masing berhasil meraih perunggu dan perak. Eka Sahara adalah atlet Pelatnas berasal dari Kaltim yang sempat memperkuat tim taekwondo provinsi itu pada PON XVII-2008 Kaltim, sedangkan Rizal berasal dari Ambon.

Mengenai prestasi atlet Indonesia pada AMAG, ia mengakui bahwa cukup membanggakan karena semula memang tidak mematok target muluk-muluk, seperti keberhasilan atlet judo dan taekwondo yang meraih mendali pada event tersebut.

"Kita menyadari bahwa negara yang melahirkan seni bela diri seperti judo dan taekwondo juga hadir dalam AMAG, namun kita bisa mencuri medali, sudah tentu hal ini membanggakan," katanya.

Mengenai pelaksaan AMAG, ia mengakui bahwa kalah "pamor" dengan SEA Games atau Asia Games karena cabang olahraga yang dipertandingkan terbatas. "Justru itu ada wacana bahwa event ini menjadi yang pertama dan terakhir karena berdekatan dengan SEA Games dan Asian Games sehingga menjadi beban keuangan bagi negara peserta," imbuh dia.

Namun, bukan berarti tertutup samasekali untuk menggelar event itu, ia menilai bahwa Kaltim siap mempelopori agar event tersebut bisa dilaksanakan dengan bentuk kemasan berbeda, misalnya hanya tingkat Asean karena negara-negaranya berdekatan tentu biaya akan lebih murah. "Setelah melihat venues untuk mempertandingan sejumlah cabang olaharag bela diri ini di Thailand, maka sebenarnya Kaltim memiliki venues yang lengkap dan mewah," ujar dia.

Misalnya, Indoor Stadium Huamark Bangkok, tempat acara pembukaan AMAG dan lokasi pertandingan beberapa seni bela diri yang digelar dalam event itu maka kapasitas serta kemegahan gedung kurang lebih seperti Stadion Madya Sempaja Samarinda.

"Bahkan, Stadion Madya Lebih Lengkap karena terdapat asrama dan hotel atlet, jadi kita harus menangkap peluang untuk menggelar event seperti ini untuk mendukung sektor lain, misalnya kepariwisataan," papar Achmad Amins.

JAMBORE SENI PENCAK SILAT AKAN DIGELAR TIAP TAHUN

Jakarta - Sesuai dengan yang dicita-citakan para pendiri Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada awal pendiriannya tanggal 18 Mei 1948 yang intinya ingin mempersatukan pergguruan silat seluruh Indonesia serta menjadi wadah penyaluran bakat para pencinta pencak silat, skaligus menggali, membangun, mengembangkan dan melestarikan seni budaya pencak silat.

Panitia Jambore Seni Pencak Silat Indonesia berniat untuk melaksanakan kegiatan berkesinambungan tiap tahunnya.

Melihat tanggapan positif yg diberikan oleh 54 perguruan silat dar berbagai penjuru Indonesia dan masukan dari sekitar 1000 peserta jambore, Panitia Jambore mempertimbangkan untuk menjadikan kegiatan ini sebuah agenda tahunan. Seni budaya Pencak Silat harus kita lestarikan, hanya melalui kegiatan seperti ini kita dapat melestarikanya.," ujar Andi Mappaganty, Ketua Harian Panitia Jambore Seni Pencak Silat Indonesia melalui rilisnya, Sabtu (18/7). "Panitia juga ingin secara aktif menjadikan pencak silat sebagai sarana aktif pembangunan dan pembentukan karakter bangsa," tambah Andi. (ray)

Pencak Silat Indonesia Berjaya di AMAG

BANGKOK-Cabang unggulan Indonesia di ajang Asian Martial Arts Games, pencak silat, menyumbangkan empat emas dan dua perak, pada pertandingan hari ini, Jumat (7/9).

Pada bagian putri, Pengky Simbar yang turun di kelas A & Endah Fitriani Puspa di kelas E hanya mendapatkan perak setelah kalah dari pesilat Vietnam. Namun, Suparniti Ni Nyoman berhasil merebut emas dari kelas D.

Sedangkan untuk putra, Lutfan Budi Santosa yang turun di Kelas B Putra menyumbangkan emas setelah mengalahkan pesilat Filipina, Jul-omar Abdulhakim. Janoko Pujo di kelas C Putra juga berhasil mengantongi medali emas. Emas terakhir adalah sumbangan I Komang Wahyu dari kelas E setelah berhasil mengalahkan pesilat asal Singapura, Shafiq Muhammad Nor.

Dengan demikian, Indonesia jadi menempati posisi keenam dengan 5 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Posisi pertama ditempati oleh Thailand dengan perolehan medali sebanyak 18 emas, 13 perak & 15 perunggu.
Asian Indoor Games - 2009

Tuan Rumah Porda Akan Dapat Bantuan

PAJAJARAN,(GM)-
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat akan membantu memberikan anggaran revitalisasi sarana olahraga pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2009 bagi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar. Kendati demikian, Dispora Jabar belum dapat memastikan jumlah anggaran yang akan diberikan Pemprov Jabar tersebut.

"Kita akan mengajukan bantuan dana bagi tuan rumah Porda pada ABT ini. Namun besarnya bergantung pada pembahasan di DPRD Jabar. Kita mendukung pemberian bantuan bagi tuan rumah Porda untuk perbaikan sarana olahraga," ujar Kepala Dispora Jabar, Amung Ma'mun di Gedung KONI Jabar, Kamis (20/8).

Amung mengatakan, bantuan untuk perbaikan sarana olahraga tuan rumah Porda pada ABT 2009 proses pelaksanaannya dapat dilaksanakan tahun ini juga. Karena jika baru dianggarkan dalam APBD 2010, proses perbaikan sarana olahraga sulit diselesaikan sebelum pelaksanaan Porda.

"Hal yang wajar jika tuan rumah Porda memperoleh bantuan perbaikan sarana olahraga dari Pemprov Jabar. Kemungkinan jumlahnya akan diketahui pada Senin (24/8) mendatang setelah ada pengesahan dari DPRD Jabar," tuturnya.

Diakuinya, Dispora Jabar juga telah bertemu dengan para tuan rumah Porda tentang anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki sarana. Para tuan rumah tersebut adalah Kota Bandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi, dan Kab. Bandung Barat.

"Kita bertemu dengan pemerintahnya. Karena, mereka yang lebih terkait dengan anggaran. Tetapi, sebagian dari mereka juga pengurus KONI daerah," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Porda Kab. Bandung, Herda M. Gani berharap bantuan yang diberikan Pemprov Jabar sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan Kab. Bandung untuk merevitalisasi sejumlah sarana olahraga. Karena, anggaran yang dibutuhkan Kab. Bandung menjadi tuan rumah Porda XI/2010 cukup besar, yaitu Rp 99 miliar.

"Kita tunggu hasil persetujuan dari DPRD Jabar. Mudah-mudahan jumlahnya cukup membantu Kab. Bandung," katanya. (B.98/B.111)**

Rabu, 19 Agustus 2009

Dispora Jabar Seleksi Atlet dan Pelatih Jadi PNS

PAJAJARAN,(GM)-
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat kembali membuka kesempatan bagi atlet dan pelatih berprestasi untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kendati demikian, belum diketahui jumlah kuota yang diberikan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) kepada Jabar.

"Kita belum tahu jumlah kuota yang akan diberikan. Tetapi kita berharap jumlahnya tidak berkurang dibanding tahun lalu. Tahun lalu ada 18 atlet yang diangkat menjadi PNS," ujar Kepala Dispora Jabar, Amung Ma'mun di Gedung KONI Jabar, Rabu (19/8).

Menurutnya, untuk dapat menjadi PNS, ada ketentuan yang telah dikeluarkan Menegpora. Sebagai contoh, atlet yang dianggap berprestasi, yaitu meraih emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON), perak di SEA Games atau perunggu di Asian Games.

"Bagi para atlet dan pelatih yang berminat dapat menyampaikan data prestasinya ke KONI Jabar sebelum diserahkan ke Dispora Jabar," jelasnya.

Sementara itu, hingga kemarin sudah ada 51 atlet dan pelatih yang menyerahkan datanya ke KONI Jabar untuk bisa menjadi PNS. KONI Jabar hanya memberikan klarifikasi atas prestasi yang telah diraih atlet dan pelatih yang bersangkutan.(B.98/ren.job)**

Maskot Kab. Bandung Diputuskan

SOREANG,(GM)-
KONI Kabupaten Bandung, hari ini, Kamis (20/8), menggelar rapat dengan agenda penilaian terhadap master maskot tuan rumah Porda XI/2010. Maskot ayam jalak ini dibuat pihak ketiga.

"Setelah kita menerima master maskotnya, besok (hari ini, red), kita akan memberikan penilaian terhadap maskot yang dibuat pihak ketiga tersebut," ujar Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bandung, Drs. H. Komarudin Saleh, M.Si. kepada "GM" di Sekretariat KONI Kab. Bandung, Jalan Raya Soreang-Ciwidey, Rabu (19/8).

Menurutnya, maskot yang telah dibuat tersebut sudah sesuai dengan keinginan dan mencitrakan jati diri Kab. Bandung. Maskot ayam jalak tersebut dibuat dalam beberapa versi, termasuk yang merepresentasikan 17 cabor Porda yang akan digelar di Kab. Bandung.

"Master maskot yang kita terima sudah lengkap. Dari mulai master maskot yang merujuk pada Kab. Bandung sebagai tuan rumah, sampai yang menggambarkan 17 cabor yang akan dipertandingan di Kab. Bandung," ungkapnya.

Setelah melakukan penilaian dan , Sekretaris KONI akan segera menyelesaikan hak cipta, disesuaikan dengan anggaran yang ada. "Jika maskotnya disetujui kita langsung mengurus hak ciptanya," katanya.

Setelah itu, KONI Kab. Bandung secepatnya akan menyerahkan maskot yang akan digunakan dalam Porda mendatang itu kepada KONI Jawa Barat.

"Pokoknya kita akan secepatnya menyelesaikan masalah maskot ini. Jika semuanya sudah beres, kita akan langsung menyerahkannya kepada KONI Kabupaten Bandung," tegasnya. (B.111) **

KONI Jabar Takkan Mengubah SK

PAJAJARAN,(GM)-
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat tidak akan merevisi pembatasan usia dan penambahan nomor, bagi cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar mendatang. Keputusan tersebut memastikan SK KONI Jabar No. 16/2009 tentang cabor, nomor, dan usia atlet pada Porda XI/2010 tidak berubah.

"Masih ada pengurus cabor yang meminta agar nomor pertandingan ditambah dan usia diberikan toleransi lagi. Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), mempunyai tugas untuk mengawal SK tersebut, sehingga tidak mungkin memberikannya. Seharusnya sudah tidak ada lagi bargaining tentang hal itu," ujar Wakil Ketua Bidang Binpres KONI Jabar, Dede Rohmad Nurjaya di Gedung KONI Jabar, Selasa (18/8).

Diungkapkan Dede, permintaan penambahan nomor dan usia tersebut muncul saat Bidang Binpres melakukan klarifikasi atas technical handbook yang diberikan pengurus cabor kepada KONI Jabar.

Padahal pada SK No. 16/2009 tersebut, KONI Jabar telah memberikan toleransi kepada sejumlah cabor.

"Jika SK tersebut belum diturunkan, masih memungkinkan untuk diubah. Tetapi SK sudah turun, maka kecil kemungkinan bagi KONI untuk memenuhi keinginan cabor. Jika ingin perubahan, seharusnya sebelum SK keluar," jelas Dede.

Sementara itu, hingga kemarin KONI Jabar baru menerima 29 technical handbook. Dengan demikian, masih ada sekitar 14 cabor yang belum menyerahkan. Baru 8 technical handbook cabor yang telah diklarifikasi. Di antaranya panahan, dayung, karate, pencak silat, atletik, basket, dan hoki. (B.98)**

Sirkuit Pencak Silat Antarpaguron Se-Jawa Barat

SOREANG,(GM)-
Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Barat memimpin klasemen akhir Sirkuit Pencak Silat Antarpaguron se-Jawa Barat seri II yang berakhir Minggu (16/8), di GOR KONI Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang-Ciwidey. PPLP Jabar menempati puncak klasemen setelah empat pesilatnya menjadi pengumpul nilai tertinggi.

Di kelas A putra, pesilat PPLP Jabar, Andri mengumpulkan nilai 14 hasil 7 kali menang atau meraih nilai sempurna. Sedangkan di kelas E, M. Alan Muchyidin menambah perolehan nilai PPLP Jabar juga dengan nilai sempurna 14. Dalam 7 pertarungan yang dijalaninya, M. Alan tak sedikit pun mendapat perlawanan.

Dua pesilat lainnya yang memperlihatkan keperkasaannya terjadi di kelompok putri melalui Cahyariani di kelas A dan Wewey Wita di kelas C. Baik Cahyariani maupun Wewey mengumpulkan nilai sempura yaitu 10 dari 5 pertarungan yang dimainkannya.

Sedangkan di empat kelas lainnya, pesilat dari Paguron Merpati Putih dan PPS SMI memperlihatkan dominasinya. Di kelas B dan C, pimpinan klasemen ditempati pesilat Merpati Putih, Rendi K. dan Imam Putra.

Rendi K. menjadi pemimpin klasemen dengan nilai 14 dari 8 pertarungan yang dijalaninya atau hanya menderita sekali kekalahan. Sementara Imam memimpin klasemen kelas C dengan enam kemenangan dan dua kali kalah atau mengumpulkan nilai 12.

Dua kelas lainnya yaitu kelas D putra dan B putri menjadi milik pesilat PPS SMI. Abdurrauf Alting memimpin klasemen kelas D putra dengan mengumpulkan nilai sempurna 14 dari 7 penampilannya. Di kelas B putri, wakil PPS SMI, Dewi Kurniawati memimpin klasemen dengan nilai 12 hasil 6 kali kemenangan.

Bidang Pembinaan dan Pemasalan Pengda IPSI Jabar, Ferry Hendarsin menyatakan, sirkuit seri III atau yang terakhir akan digelar pada Oktober mendatang di Bekasi. Tuan rumah seri III adalah Paguron KPS Nusantara.

"Untuk seri III, kita rencanakan digelar selama tiga hari, yakni 10-12 Oktober mendatang," ujarnya kepada "GM", Minggu (16/8).

Ferry berharap semua paguron mengikuti seri terakhir nanti.

"Kami meminta dan menganjurkan kepada setiap paguron untuk mengikuti sirkuit seri III. Ajang tersebut bisa dijadikan sebagai try out menghadapi babak kualifikasi bulan Desember mendatang. Sayang jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja karena hampir 80% peserta sirkuit ini akan turun pada babak kualifikasi nanti," katanya. (B.111)**

Cegah Kecurangan Penilaian Pakai Komputer

SOREANG,(GM)
Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jabar melakukan gebrakan baru dengan menggunakan sistem komputerisasi dalam penjurian pertandingan. Sistem komputerisasi tersebut sengaja dibuat untuk mengantisipasi terjadinya kecurigaan terhadap penilaian yang dilakukan setiap juri pertandingan.

"Kita ingin menjadi yang pertama dalam pengunaan sistem komputerisasi ini. Sebenarnya sistem komputerisasi ini sudah kita coba sejak sirkuit pertama," ujar Ketua Umum Pengda IPSI Jabar, Setia Hidayat kepada wartawan usai pembukaan sirkuit.

Menurutnya, dengan sistem tersebut, diharapkan penilaian yang dilakukan akan jujur dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Dengan sistem ini, setiap pelatih dan penonton bisa melihat raihan nilai setiap pesilat yang bertanding.

"Nilai setiap pesilat bisa diketahui pelatih dan penonton karena kita menggunakan slide. Jadi penilaian dari setiap juri bisa langsung dilihat," ungkap Setia.

Namun untuk mengembangkan sistem komputerisasi ini, pihaknya dihadapkan pada masalah pendanaan untuk mempatenkan sistem tersebut. IPSI Jabar membutuhkan sekitar Rp 120 juta untuk membeli hak cipta dan mempersiapkan software-nya.

"Memang kendalanya ada di masalah pendanaan. Kita butuh Rp 120 juta untuk bisa mempatenkan hak cipta dan menyebarluaskannya ke seluruh Indonesia," katanya.(B.111)**

Sirkuit Pencak Silat Seri II Sembilan Paguron Siap Tampil

SOREANG,(GM)-
Sembilan dari 11 paguron pencak silat se-Jawa Barat, dipastikan akan tampil pada Sirkuit Pencak Silat Antarpaguron IPSI Jawa Barat Seri II yang akan berlangsung di GOR KONI Soreang, Jalan Raya Sorean-Ciwidey, Sabtu-Minggu (15-16/8). Dalam sirkuit ini, setiap paguron akan menurunkan para pesilatnya di 8 kelas.

Ketua pelaksana, Ujang Jayadiman mengatakan, terdapat dua paguron yang menyatakan absen tampil di sirkuit seri II ini. Keduanya adalah Paguron Ayu Pusaka Indonesia (API) dan Bima Suci. "Sedangkan sembilan paguron yang akan tampil meliputi Merpati Putih, PPLP Jabar, Perisai Diri, KPS Nusantara, Tadjimalela, Riksa Budi Kiwari, Padjadjaran Nasional, Satria Muda Indonesia (SMI), dan Persinas Asad," ujarnya kepada "GM" di Sekretariat IPSI Kabupaten Bandung, Jumat (14/8).

Menurut Ujang, semua paguron sudah hadir dan siap berkompetisi. Para peserta ditempatkan di Mes Persikab selama pelaksanaan sirkuit. "Semua akomodasi peserta ditanggulangi IPSI Kabupaten Bandung sebagai panitia pelaksana. Para peserta, kita tampung di Mes Persikab," ungkapnya.

Ujang yang juga Pjs. Ketua Paguron Riksa Budi Kiwari (RBK) menyatakan, pada sirkuit ini pihaknya menurunkan lima pesilat putra dan satu pesilat putri. Kelima pesilat tersebut adalah Deki, Asep Rahmat, Asep Hermansyah, Taruna, dan Ade Kikin. Di bagian putri, RBK menurunkan Selvia.

"Lima pesilat putra akan turun di lima kelas, yakni kelas A sampai kelas E. Sedangkan putri hanya turun di kelas A," ungkapnya.

Dijelaskan Ujang, empat dari enam pesilat RBK merupakan pesilat yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar.

Meski bertindak sebagai tuan rumah, ia tidak menbebankan target apa pun kepada para pesilatnya. Pihaknya hanya menginginkan para pesilatnya menambah pengalaman dan jam terbang.

"Sirkuit ini kita jadikan sebagai uji tanding para pesilat kita sebelum turun di babak kualifikasi Porda, Desember nanti. Kita berharap, pengalaman dan jam terbang bertanding anak-anak bertambah," tandasnya. (B.111)**

Senin, 17 Agustus 2009

Sirkuit Putaran Ke-2 Hari Terakhir

Alhamdulillah, dengan mengucapkan syukur tak terhingga. Akhirnya acara ini berakhir dengan sukses, aman dan lancar. Meskipun PS. RBK tidak dapat menghasilkan nilai yang sempurna, namun kebanggaan atas kerja keras semua pihak menjadikan penghargaan tersendiri bagi PS. RBK. Baik dalam penyelenggaraan kegiatan maupun para atlet yang telah memberikan segala daya upaya untuk menghasilkan point terbaiknya.

Dari Sekian banyak pesilat yang diturunkan oleh PS. RBK, Asep Hermansyah menang dua kali atas Pesilat Persinas Asad dan Pesilat Perisai Diri. Sedangkan pada pertandingan terakhir ia dikalahkan oleh pesilat Risman asal PPLP Jabar. Dan untuk Pesilat PS. RBK lainnya, harus puas dengan kemenangan masing-masing satu kali. Deki hanya mampu menumbangkan pesilat dari Persinas Asad dan sisanya Taruna, Acek, Ade Kin - kin serta Selvia menang lantaran undur diri.

Namun begitu, kebanggaan ini tidak akan pernah sirna. Sebab keberhasilan dalam penyelenggaraan Sirkuit Antar Perguruan Se-Jawa Barat Putaran Ke-2 merupakan catatan tersendiri bagi PS. RBK. Ini kembali ditegaskan oleh Kang Tarna selaku Binpres Pengda IPSI Jabar dalam kesempatan Penutupan Kegiatan, "terima kasih banyak kepada Perguruan Pencak Silat Riksa Budi Kiwari yang telah sukses melaksanakan kegiatan ini" ucapnya. Lebih bangga lagi acara ini ditutup dengan silaturahmi yang baik oleh Ibu Titih dan Bapak S. Suhendi Selaku Dewan Wasit Juri Jawa Barat.

(Chandra Gupta, S.Fil.I)

Sabtu, 15 Agustus 2009

Sirkuit Antar Perguruan Putaran Ke-2

Pesilat asal Persinas Asad menerjang Asep Hermansyah (Pesilat PS. RBK) dengan tendangan lurusnya, namun saat akan mengenai sasaran, Asep dengan refleks mengambil kaki sang lawan yang kemudian dibantingkan dengan sekuat tenaga. "Jatuhan untuk Pesilat sudut biru!" itulah ucapan dari anouncer yang kian mematangkan nilai Asep di puncak kemenangan.

Pertandingan ini berjalan selama tiga babak, tiga kali dua menit. Pada saat pertandingan ini berlangsung, Asep selalu memperlihatkan teknik - teknik silat yang begitu memanjakan para penonton. Dari teknik pukulan, tendangan, sapuan dan juga teknik bantingan yang menjadi point tertinggi kemenangan Asep.

Meskipun pertandingan ini begitu alot dan sangat menegangkan, namun Asep dapat mengakhirinya dengan sebuah kemenangan yang gemilang dengan skor akhir 5 - 0.

Selain Asep, Pesilat PS. RBK lainnya yang mendapat kemenangan adalah: Deki (kls. A/Pa), Ade Kin Kin (kls. E/Ps) dan Taruan (kls. D/Pa) yang masing - masing mendapatkan kemenangan sekali, karena di pertandingan yang lainnya mereka medapatkan kekalahan.

Dengan hasil ini, PS. RBK belum merasa puas. Karena pada hari kedua mereka akan kembali berlomba untuk memburu poin penuh, agardapat memberikan nilai plus pada perguruan.

Tetaplah bersemangat, raihlah kemenanganmu kawan!

(Chandra Gupta, S.Fil.I)

Minggu, 02 Agustus 2009

Semangat PS. RBK Untuk Sirkuit Antar Perguruan

Beberapa teknik bertarung telah diberikan kepada atlet-atlet pencak silat Riksa Budi Kiwari (RBK). Pemberian teknik ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan atlet untuk mengikuti Sirkuit antar perguruan se - Jawa Barat yang akan dilakukan dua minggu mendatang. Meski dirasa persiapan ini masih kurang, namun diharapkan para atlet mampu memberikan prestasi terbaik dalam pelaksanaannya nanti.

Disamping mempersiapkan atlet, PS. RBK juga sangat fokus terhadap pelaksanaannya nanti. ini dikarenakan PS. RBK sebagai tuan rumah sekaligus sebagai pelaksana, sangat berharap acara ini bisa berjalan dengan lancar, aman dan sukses dengan meriah. Apalagi, kejuaraan ini diikuti oleh beberapa Perguruan Pencak Silat yang notabene mempunyai nama besar di jaga Padjadjaran ini. Bukan saja gengsi perguruan yang akan dipertaruhkan, tapi juga gengsi Daerah. Mengingat pada tahun 2010 mendatang akan diadakan Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jawa Barat ke XI di Kota/Kabupaten Bandung.

Selain dijadikan sebagai ajang pencarian atlet daerah berpotensi besar, Sikuit Antar Perguruan Se-Jawa Barat ini akan dijadikan sebagai ajang untuk mengukur kekuatan daerah dalam rangka menghadapi PORDA, yang mayoritas atlet pencak silat Kabupaten Bandung berasal dari Perguruan Pencak Silat Riksa Budi Kiwari (RBK).

Namun yang paling penting dalam pelaksanaan Kejuaraan ini adalah do'a yang dapat melancarkan segala urusan. Kami segenap kepengurusan PS. RBK memohon do'a kepada masyarakat Jawa Barat agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai rencana. Amin.

(Chandra Gupta, S.Fil.I)

Rabu, 29 Juli 2009

STRESS DALAM PROSES PELATIHAN

Pada seni beladiri prestasi atau kompetitif, banyak atlet dihadapkan pada suatu pilihan yang sulit, disatu pihak si atlet harus mengikuti pelatihan yang sungguh-sungguh dilain pihak berbagai tugas sekolah atau pekerjaan harus segera diselesaikan. Tugas dan kewajiban yang harus diselesaikan pada waktu yang bersamaan ini sering menimbulkan stress. Ada ungkapan yang mengatakan "pukulan yang menjatuhkan anda tidaklah sekeras pukulan yang tidak anda lihat kedatangannya". Jadi, stress bisa menimpa siapa saja dan kita tidak tahu kapan dia akan datang.

Apa itu stress?

Sebelum membahas stress lebih jauh kita harus mengetahui dan mengenal lebih dekat masalah stress. Stress adalah perasaan tertekan, perasaan tertekan ini membuat orang mudah tersinggung, mudah marah, konsentrasi terhadap pekerjaan menjadi terganggu. Lingkungan bisa menjadi sumber stress bagi orang, karena tuntutan menghadapi keinginan atau target tertentu dan konflik-konflik yang lainnya bisa menimbulkan stress.

Beberapa jenis stress dapat berdampak positif

Kadang-kadang stress bisa menjadi hal yang positif bagi seseorang karena dapat menjadi dorongan baginya untuk bekerja lebih baik.

Tekanan yang berdampak positif ini banyak terlihat terutama dikalangan atlet-atlet yang sudah berpengalaman, contohnya atlet-atlet tertentu bisa tampil luar biasa bila mengikuti pertandingan yang berskala besar seperti pertandingan internasional.

Namun kita sadari bahwa masing-masing orang mempunyai reaksi yang berbeda terhadap jenis stress seperti ini, kenyataannya stress menyebabkan sebagian orang menjadi putus asa dan bagi yang lainnya justru membantu memecahkan rekor.

Bahaya jika stress berubah menjadi tekanan

Seperti yang telah dikemukakan, kadang-kadang stress bisa menjadi pendorong dan motivator yang positif, tapi stress juga bisa merusak.

Stress menjadi tekanan jika berkelanjutan, tubuh manusia bereaksi terhadap stress dalam tiga tingkatan yaitu siaga, pertahanan, dan kelelahan.

Tahap siaga tubuh akan merasakan kehadiran stress dan biasanya tubuh akan mempersiapkan diri melawan atau menghindar, persiapan ini akan merangsang hormon dari kelenjar endokrin yang akan menyebabkan detak jantung dan pernafasan meninggi, kadar gula dalam darah, berkeringat, mata membelalak, dan melambatnya pencernaan.

Pada tahap perlawanan tubuh akan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh stress. Jika penyebab stress tidak hilang, maka tubuh tidak bisa memperbaiki kerusakan dan harus terus siaga.

Maka tahap yang ketiga yaitu kelelahan, jika berlanjut cukup lama maka anda terserang dari "penyakit stress", seperti migren kepala, denyut jantung yang tidak teratur, atau bahkan sakit mental seperti depresi. Kalau stress ini berlanjut selama proses kelelahan maka tubuh akan kehabisan tenaga dan bahkan fungsinya jadi terhenti.

Jadi cara yang paling baik untuk menghadapi stress adalah dengan jalan menghindar atau menyembuhkan secepat mungkin.

MENGATASI STRESS SECARA INDIVIDUAL

1. Belajar melihat masalah secara proposional

Bila dihadapkan pada suatu pilihan misal antara sekolah atau pekerjaan dengan pelatihan yang harus dijalani, maka harus berani mengambil keputusan yang tentunya harus didiskusikan atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan pelatih, guru atau atasan bila sudah bekerja secara terbuka, untuk mendapatkan pemecahan yang lebih baik, tentunya keputusan ada pada diri anda dengan cara melihat sudut pandang yang lebih luas.

2. Berani menghadapi resiko

Takut pada resiko merupakan hal yang paling menimbulkan stress dan merupakan penghalang keberhasilan.

Pada seni beladiri prestasi kita mengetahui resiko bila kita akan bertanding yaitu resiko kalah dalam pertandingan dan resiko akan cedera.

Sebagai gambaran di dunia ini tidak ada jaminan mutlak, tidak ada perencanaan yang anti gagal, kehidupan memang demikian.

Kalau kita sudah mengetahui resiko merupakan bagian kehidupan, maka kita perlu belajar menghadapi resiko dengan rasa optimis, kalau pikiran kita selalu dipenuhi kemungkinan-kemungkinan buruk, maka justru itulah yang benar-benar terjadi pada anda. Sebaliknya kalau pikiran-pikiran kita dipenuhi kemungkinan-kemungkinan yang baik, maka yang terjadi pada kita juga adalah hal-hal yang baik.

3. Berlatih sesuai dengan bidang kemampuan anda

Jika anda tidak yakin dimana bidang kemampuan anda, inilah resep yang dapat membantu anda untuk segera mengetahuinya, jika anda membuat suatu kesalahan dan hal itu malah menjadi tantangan bagi anda bukannya membuat anda stress, bisa jadi anda telah bekerja sesuai dengan bidang kemampuan anda.

Bekerja keraslah, kejar cita-cita anda, tetapi jangan untuk itu anda merugikan keluarga, kesehatan, dan teman-teman anda. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat.


Sumber "http://duel.melsa.net.id"

Selasa, 28 Juli 2009

Organisasi Pencak Silat

  • PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa
  • IPSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia
  • PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia
  • PERSISI - Persekutuan Silat Singapore
  • EPSF - European Pencak Silat Federation

Sampai saat ini Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia.

Sumber "http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat"

Pencak Silat di dunia

Pencak Silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olah raga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olah raga internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional.

Kini, beberapa federasi pencak silat nasional Eropa bersama dengan Persilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia, mengambil tempat di Wina, Austria.

Pada tahun 2002 Pencak Silat diperkenalkan sebagai bagian program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir ialah pada 2002 mengambil tempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002.

Selain dari upaya Persilat yang membuat pencak silat sebagai pertandingan olahraga, masih ada banyak aliran-aliran tua tradisional yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek dan Silat di berbagai belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan perguruan.

Sumber "http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat"

Tingkat kemahiran

Secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu:

  1. Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI
  2. Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya.
  3. Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya, dimana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri perguruan, dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral, karena biasanya teknik beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan / sangat mematikan .
  4. Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi.
Sumber "http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat"

Aspek Dan Bentuk Pencak Silat

Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu:

  1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat zaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya.
  2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional.
  3. Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat.
  4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu.

Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olah raga, baik fisik maupun pernapasan, adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa.

Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia.

Sumber "http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat"

Istilah dalam Pencak Silat

Sikap dan Gerak

Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat.

Teknik

Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain.

Jurus

Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh.

Sumber "http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat"

Sejarah Pencak Silat 1

Pencak Silat adalah seni beladiri yang berakar pada rumpun Melayu. Seni beladiri ini banyak ditemukan di Brunei, Filipina, Indonesia, Malaysia, Singapura, dan negara-negara yang berbatasan dengan negara etnis Melayu tersebut.

Banyak ahli sejarah menyatakan bahwa Pencak Silat pertama kali ditemukan di Riau pada jaman kerajaan Sriwijaya di abad VII walaupun dalam bentuk yang masih kasar. Seni beladiri Melayu ini kemudian menyebar ke seluruh wilayah kerajaan Sriwijaya, semenanjung Malaka, dan Pulau Jawa.

Namun keberadaan Pencak Silat baru tercatat dalam buku sastra pada abad XI. Dikatakan bahwa Datuk Suri Diraja dari Kerajaan Pahariyangan di kaki gunung Merapi, telah mengembangkan silat Minangkabau disamping bentuk kesenian lainnya. Silat Minangkabau ini kemudian menyebar ke daerah lain seiring dengan migrasi para perantau. Seni beladiri Melayu ini mencapai puncak kejayaannya pada jaman kerajaan Majapahit di abad XVI. Kerajaan Majapahit memanfaatkan pencak silat sebagai ilmu perang untuk memperluas wilayah teritorialnya.

Kerajaan Majapahit menguasai hampir seluruh wilayah Nusantara. Hanya kerajaan Priyangan di tanah Pasundan yang tidak dapat dikuasai penuh oleh Kerajaan Majapahit. Tentara kerajaan Priyangan ini terkenal akan kehebatan pencak silatnya. Karena wilayahnya yang terisolir, dan terbatasnya pengaruh Majapahit, seni beladiri kerajaan Priyangan hampir tidak mendapat pengaruh dari silat Minangkabau. Pencak silat priyangan ini terkenal dengan nama Cimande.

Para ahli sejarah dan kalangan pendekar pada umumnya sepakat bahwa berbagai aliran Pencak Silat yang berkembang dewasa ini, bersumber dari dua gaya yang berasal dari Sumatra Barat dan Jawa Barat seperti diuraikan di atas.


Aspek-aspek Pencak Silat


IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) mendefinisikan pencak silat sebagai suatu kesatuan dari empat unsur yaitu unsur seni, beladiri, olahraga, dan olahbatin.

Unsur seni merupakan wujud budaya dalam bentuk kaidah gerak dan irama yang tunduk pada keseimbangan, keselarasan, dan keserasian.

Unsur beladiri memperkuat naluri manusia untuk membela diri terhadap berbagai ancaman dan bahaya, dengan teknik dan taktik yang efektif.

Unsur olahraga mengembangkan kegiatan jasmani untuk mendapatkan kebugaran, ketangkasan, maupun prestasi olahraga.

Unsur olahbatin membentuk sikap dan kepribadian luhur dengan menghayati dan mengamalkan berbagai nilai dan norma adat istiadat yang mengandung makna sopan santun sebagai etika kalangan pendekar. "Sumber; http://bkm67.tripod.com/Silat.htm"

Sejarah Pencak Silat 2

Sejarah

Silat diperkirakan menyebar di semenjak abad ke-7 masehi, akan tetapi asal mulanya belum dapat dipastikan. Meskipun demikian, silat saat ini telah diakui sebagai budaya suku Melayu dalam pengertian yang luas, yaitu para penduduk daerah pesisir pulau Sumatera dan Semenanjung Malaka, serta berbagai kelompok etnik lainnya yang menggunakan lingua franca bahasa Melayu di berbagai daerah di pulau-pulau Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, dan lain-lainnya juga mengembangkan sebentuk silat tradisional mereka sendiri. Dalam Bahasa Minangkabau, silat itu sama dengan silek. Sheikh Shamsuddin (2005) berpendapat bahwa terdapat pengaruh ilmu beladiri dari Cina dan India dalam silat. Bahkan sesungguhnya tidak hanya itu. Hal ini dapat dimaklumi karena memang kebudayaan Melayu (termasuk Pencak Silat) adalah kebudayaan yang terbuka yang mana sejak awal kebudayaan Melayu telah beradaptasi dengan berbagai kebudayaan yang dibawa oleh pedagang maupun perantau dari India, Cina, Arab, Turki, dan lainnya. Kebudayaan-kebudayaan itu kemudian berasimilasi dan beradaptasi dengan kebudayaan penduduk asli. Maka kiranya historis pencak silat itu lahir bersamaan dengan munculnya kebudayaan Melayu. Sehingga, setiap daerah umumnya memiliki tokoh persilatan yang dibanggakan. Sebagai contoh, bangsa Melayu terutama di Semenanjung Malaka meyakini legenda bahwa Hang Tuah dari abad ke-14 adalah pendekar silat yang terhebat. Hal seperti itu juga yang terjadi di Jawa "terkecuali di Jawa Barat", yang membanggakan Gajah Mada.

Perkembangan dan penyebaran silat secara historis mulai tercatat ketika penyebarannya banyak dipengaruhi oleh kaum Ulama, seiiring dengan penyebaran agama Islam pada abad ke-14 di Nusantara. Catatan historis ini dinilai otentik dalam sejarah perkembangan pencak silat yang pengaruhnya masih dapat kita lihat hingga saat ini. Kala itu pencak silat telah diajarkan bersama-sama dengan pelajaran agama di surau-surau. Silat lalu berkembang dari sekedar ilmu beladiri dan seni tari rakyat, menjadi bagian dari pendidikan bela negara untuk menghadapi penjajah. Disamping itu juga pencak silat menjadi bagian dari latihan spiritual.

Sumber "http://id.wikipedia.org/wiki/Pencak_silat"

Senin, 27 Juli 2009

Awal Mula

Pada mulanya adalah sebuah Perguruan Pencak Silat Budi Kiwari yang diprakarsai oleh Alm. Adibrata "tidak diketahui tahun kelahirannya" diturunkan kepada anak-anaknya "termasuk Bpk. Rachmat Hidayat; pemeran tokoh Mat Peci" dan kemudian secara alamiah ilmu bela diri ini turun kepada anak-cucunya.

Tidak seperti perguruan lain yang kebanyakan merupakan organisasi mapan yang terbuka terhadap dunia luar, perguruan pencak silat Budi Kiwari terbatas pengembangannya di lingkungan keluarga saja. Inilah yang menjadi sebab Budi Kiwari kurang dikenal khalayak banyak. Namun, sejak Budi Kiwari dibawa dari tempat kelahirannya di Bandung oleh Alm. Adibrata sendiri ke daerah Bojongkunci Kabupaten Bandung. Di sinilah kemajuan baru dimulai, Budi Kiwari dapat membuka diri terhadap masyarakat luas, meskipun masih dibatasi.

Baru sekitar tahun 1982 setelah salah satu cucu murid Alm. Adibrata "Ujang Jayadiman" dapat meraih medali emas PON dan medali perak Kejuaraan Dunia pertama pada tahun sebelumnya, Budi Kiwari mempunyai prestasi tersendiri di sekitaran Bandung dan Kabupaten Bandung. Banyak orang ketika itu ingin mempelajari seni bela diri pencak silat ala Budi Kiwari. Namun karena Budi Kiwari masih dirasa sulit membuka diri lebih jauh, Ujang Jayadiman sebagai cucu murid yang mempunyai keinginan besar untuk mengembangkan pencak silat Budi Kiwari kepada masyarakat, mulai memprakarsai sebuah perguruan baru yang diadopsi dari dua perguruan tempatnya dulu menempa diri.

Riksa Diri, adalah perguruan silat yang menjadi dermaga ke dua Ujang Jayadiman dalam mempelajari ilmu silatnya dan memberikan andil cukup besar dalam keberhasilan mendapatkan medali emas PON dan medali perak pada Kejuaraan Dunia pertama di Jakarta. Atas dasar restu dari guru besar perguruan pencak silat Riksa Diri, Ujang Jayadiman diberikan hak untuk mengambil nama Riksa untuk digabungkan dengan Budi Kiwari dengan kewajiban menjaga nama baik dan melestarikan seni budaya bela diri pencak silat agar tidak tergerus perubahan jaman.

Dengan restu dari kedua guru besar dan keyakinan penuh, Ujang Jayadiman kemudian mendirikan Perguruan Pencak Silat RIKSA BUDI KIWARI yang terbuka bagi khalayak masyarakat dan menjadikannya sebuah organisasi masyarakat yang mapan yang berpusat di Desa Bojongkunci, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung, Jawa Barat - Indonesia.

Sampai saat ini Riksa Budi Kiwari telah menghasilkan banyak atlet berprestasi baik di level Daerah, Nasional maupun Internasional. Selain itu, Riksa Budi Kiwari telah banyak membuka cabang di berbagai daerah, sebut saja Daerah Bandung sendiri, Banten, Jawa Tenga, Sumatra dan lain-lain.

(Chandra Gupta, S.Fil.I)