
ADA dua misi yang harus dilakukan pesilat andalan Kabupaten Bandung, Rudi Hartono pada bulan Ramadan 1430 H ini. Yang pertama jelas harus berpuasa. Dan yang kedua adalah menjaga agar bobot tubuhnya tidak turun drastis.
Dua misi inilah yang dianggap Rudi sebagai tantangan tersendiri. "Ya, kondisi seperti ini sangat sulit bagi saya menghadapinya. Tapi, saya akan berusaha sekuat tenaga menjalankannya dengan kemampuan terbaik supaya puasa tetap jalan dan mempertahankan berat badan juga terlaksana," ujarnya kepada "GM", belum lama ini.
Urusan mempertahankan berat badan supaya tidak turun drastis berhubungan erat dengan persiapannya menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar tahun depan. Pada penyelenggaraan Porda, Rudi harus naik satu kelas dari kelas F ke kelas G. "Maka konsekuensinya, saya harus menambah berat badan sekitar 5 kg ke angka 76 atau 77 kg," ungkapnya.
Tuntutan yang cukup sulit dilakukan di bulan Puasa ini, tidak lantas membuat Rudi panik dan putus asa. Bahkan sebaliknya, ia menghadapi tantangan tersebut dengan semangat yang tinggi. "Yang pasti, saya berusaha supaya berat badan tidak drop dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi tinggi dan istirahat yang cukup," katanya.
Karena harus mempertahankan berat badannya, maka selama bulan Puasa ini, Rudi hanya melakukan joging tanpa melakukan latihan keras seperti hari-hari biasanya.
Untuk meningkatkan berat badan, Rudi sudah mempunyai program yang sudah dirancang pelatihnya.
"Pada bulan Puasa ini, saya latihan ringan saja. Baru setelah Lebaran nanti, saya akan berlatih dengan cukup keras ditambah dengan konsumsi makanan yang bergizi supaya berat badan naik," kata Rudi. (ozy/"GM")**



