Minggu, 30 Agustus 2009

Rudi Hartono "Tantangan Berat Badan"


ADA dua misi yang harus dilakukan pesilat andalan Kabupaten Bandung, Rudi Hartono pada bulan Ramadan 1430 H ini. Yang pertama jelas harus berpuasa. Dan yang kedua adalah menjaga agar bobot tubuhnya tidak turun drastis.

Dua misi inilah yang dianggap Rudi sebagai tantangan tersendiri. "Ya, kondisi seperti ini sangat sulit bagi saya menghadapinya. Tapi, saya akan berusaha sekuat tenaga menjalankannya dengan kemampuan terbaik supaya puasa tetap jalan dan mempertahankan berat badan juga terlaksana," ujarnya kepada "GM", belum lama ini.

Urusan mempertahankan berat badan supaya tidak turun drastis berhubungan erat dengan persiapannya menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar tahun depan. Pada penyelenggaraan Porda, Rudi harus naik satu kelas dari kelas F ke kelas G. "Maka konsekuensinya, saya harus menambah berat badan sekitar 5 kg ke angka 76 atau 77 kg," ungkapnya.

Tuntutan yang cukup sulit dilakukan di bulan Puasa ini, tidak lantas membuat Rudi panik dan putus asa. Bahkan sebaliknya, ia menghadapi tantangan tersebut dengan semangat yang tinggi. "Yang pasti, saya berusaha supaya berat badan tidak drop dengan banyak mengonsumsi makanan bergizi tinggi dan istirahat yang cukup," katanya.

Karena harus mempertahankan berat badannya, maka selama bulan Puasa ini, Rudi hanya melakukan joging tanpa melakukan latihan keras seperti hari-hari biasanya.

Untuk meningkatkan berat badan, Rudi sudah mempunyai program yang sudah dirancang pelatihnya.

"Pada bulan Puasa ini, saya latihan ringan saja. Baru setelah Lebaran nanti, saya akan berlatih dengan cukup keras ditambah dengan konsumsi makanan yang bergizi supaya berat badan naik," kata Rudi.
(ozy/"GM")**

KONI Kab. Bandung Cairkan Dana Triwulan

SOREANG,(GM)-
KONI Kab. Bandung akan mengucurkan dana pembinaan triwulan ketiga kepada atlet yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010. Menurut rencana, uang bantuan triwulan ketiga tersebut akan diserahkan secara langsung kepada setiap cabang olahraga, Selasa (1/9) di Sekretariat KONI Kab. Bandung, Jalan Raya Soreang-Ciwidey.

"Kita sudah sepakat untuk mengucurkan dana bantuan triwulan kepada setiap cabor yang akan kita bagikan secara serempak pada Selasa (1/9, red) nanti," ujar Sekretaris Satgas KONI Kabupaten Bandung, Herda N. Gani kepada "GM", Sabtu (29/8).

Dana bantuan untuk triwulan ketiga ini, lanjut Herda, sangat berbeda dengan bantuan triwulan pertama dan kedua. Pada triwulan ketiga ini, setiap atlet dan pelatih akan mendapatkan insentif sebesar Rp 200 ribu per bulan. "Sekarang, kita sudah mulai membantu atlet dan pelatih yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Porda. Sedangkan triwulan pertama dan kedua, diberikan untuk membantu setiap cabang olahraga dalam melakukan pembinaan terhadap atletnya," ungkapnya.

Dijelaskannya, dana untuk atlet dan pelatih sebesar Rp 200 ribu tersebut merupakan bentuk perhatian dari KONI Kabupaten Bandung. Selama ini, atlet dan pelatih sudah berlatih dengan cukup serius untuk meraih prestasi yang terbaik di Porda nanti. "Jadi, mulai triwulan ketiga ini, atlet dan pelatih akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 200 ribu," terangnya.

Karena KONI baru mendapatkan dananya bulan ini, maka triwulan ketiga untuk bulan Juli-September akan dibagikan sekaligus. Dengan demikian, setiap atlet dan pelatih akan langsung mendapatkan uang sebesar Rp 600 ribu. "Jadi kita rapelkan karena dana untuk triwulan ketiga ini baru kita terima," terangnya.

Menurut Herda, pihaknya berusaha supaya dana yang diajukan KONI dalam anggaran perubahan APBD Kabupaten Bandung tahun 2009 bisa dikabulkan DPRD Kabupaten Bandung.

"Ya, untuk tahap pertama ini kita memberikan uang bantuan sebesar Rp 200 ribu. Namun jika proposal yang kita ajukan dalam perubahan APBD Kab. Bandung diterima, maka kita akan memberikan tambahan uang bantuan kepada atlet dan pelatih di triwulan keempat untuk bulan Oktober-Desember mendatang," tegasnya.(B.111)**

Herda, ”Siapkan 40 Cabor untuk Porda”


SOREANG,(GM)-
Menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar, KONI Kab. Bandung akhirnya menyiapkan 40 cabang olahraga. Hal ini dipastikan setelah cabor gantole, paralayang, dan boling masuk dalam daftar cabor yang akan diikutsertakan dalam Porda tahun depan. Sebelumnya terdapat 37 cabor yang telah ditetapkan KONI.

"Setelah kita lakukan penilaian, ketiga cabor tersebut layak ikut ambil bagian pada Porda XI Jawa Barat tahun depan, ditandai dengan prestasi yang mereka raih pada ajang simulasi lalu," ujar Sekretaris Satgas KONI Kab. Bandung, Herda M. Gani kepada "GM", Sabtu (29/8).

Karena itu, lanjut Herda, ketiga cabor tersebut langsung mendapatkan dana pembinaan dari KONI Kab. Bandung sebesar Rp 3 juta pada triwulan ketiga ini. Karena masiha baru, para atlet dan pelatih ketiga cabor tersebut belum mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 200 ribu/bulan.

"Kita akan melihat pembinaan yang mereka lakukan. Kemungkinan para triwulan keempat nanti, kita mengucurkan dana bagi atlet dan pelatih," ungkapnya.

Dijelaskan Herda, ketiga cabor tersebut dinilai sangat potensial untuk merebut medali emas pada Porda tahun depan. Pada simulasi kemarin, ketiga cabor tersebut mempersembahkan medali emas.

"Dengan demikian, gantole, paralayang, dan boling termasuk cabor yang bisa menghasilkan emas bagi Kab. Bandung. Karena itu, ketiganya layak turun pada Porda tahun depan," terangnya.

Dibandingkan dansa dan drumband, ketiga cabor tersebut sangat berpeluang mendulang emas. Untuk itu, Satgas dan KONI Kab. Bandung akan meninjau ulang keikutsertaan drumband dan dansa.

"Kita akan lihat perkembangan drumbband dan dansa sebelum pelaksanaan Porda. Karena tentunya, kita berharap semua cabor bisa mendulang emas bagi Kab. Bandung," tegasnya. (B.111)**

Kamis, 27 Agustus 2009

3 Tokoh Olahraga Jabar Dapat Penghargaan

PAJAJARAN,(GM)-
Selain akan memberikan penghargaan kepada 12 insan olahraga berprestasi, Pemprov Jabar juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia dan atlet penyandang cacat berprestasi, pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2009, 9 September mendatang.

Hal tersbut disampaikan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Disorda) Jabar, Amung Ma'mun kepada wartawan di Gedung KONI Jabar, Jln. Pajajaran, Rabu (26/8).

"Pada Haornas nanti, kita juga akan memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia dan atlet penyandang cacat putra dan putri. Mereka yang sudah berdedikasi dan berprestasi di cabor masing-masing. Ini bentuk apresiasi kita untuk mereka karena sudah melakukan pembinaan olahraga di Jabar dan mengharumkan nama daerah maupun Jabar, di tingkat nasional ataupun internasional," papar Amung.

Amung mengaku belum mengetahui pasti berapa jumlah tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia dan atlet penyandang cacat, yang akan diberi penghargaan tersebut. "Kita belum tahu berapa jumlahnya, yang pasti tokoh olahraga yang sudah meninggal dunia yang akan diberi penghargaan, diantaranya Jhony Nasution (terjun payung), Ade Angga (dayung), dan D. Parma Sunarya (bulu tangkis)," ungkapnya.

Diungkapkan Amung, nama-nama para peraih penghargaan yang direkomendasikan KONI Jabar tersebut paling lambat harus diserahkan ke Disorda Jabar, Senin (31/8). "Setelah kami terima nama-namanya Senin depan, sehari kemudian (Selasa, 1/9) kami akan melakukan rapat pleno untuk membahasnya," katanya.

Selain pemberian penghargaan, dalam rangkaian peringatan Haornas juga akan digelar festival olahraga tradisional Jabar, Jabar 10 K, dan lomba aerobik.(B.110)**

Kamis, 20 Agustus 2009

PENCAK SILAT DIUPAYAKAN MASUK OLIMPIADE


SEJUMLAH pendekar melakukan atraksi pencak silat di Padepokan Perguruan Pencak Silat Putra Siliwangi, Kab. Garut, Rabu (11/3). Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga mendorong agar cabor tersebut dapat diikutsertakan pada Olimpiade.* RIRIN N.F./"PR"

GARUT, (PR).-
Minimnya infrastruktur menyebabkan pembinaan cabang olah raga pencak silat tidak optimal. Oleh karena itu, Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga mendorong agar cabor tersebut dapat diikutsertakan pada Olimpiade.

Demikian diungkapkan Deputi Kementerian Negara Pemuda dan Olah Raga Bidang Sarana Prasarana Prof. Dr. Johar Arifin di sela-sela peresmian GOR Putra Siliwangi di Padepokan Perguruan Pencak Silat Putra Siliwangi, Jln. Pembangunan, Desa Sukajaya Tarogong, Kab. Garut, Rabu (11/3).

"Permasalahan pencak silat, di antaranya minim infrastruktur. Karena itu, diharapkan cabang ini dapat diikutsertakan dalam Olimpiade," katanya. Dalam kesempatan tersebut, turut diresmikan lapangan sepak bola Rancabango.

Menurut dia, pencak silat tidak hanya dipandang sebagai olah raga, tetapi sebagai budaya bangsa yang luhur dan harus dikembangkan sebagai jati diri dan ciri khas bangsa Indonesia. "Diharapkan, cabor pencak silat memunculkan prestasi membanggakan di kancah internasional," ujarnya.

Menurut dia, sedikitnya seribu atlet pencak silat mendapat jatah pembinaan pada 2009. "Dengan pembinaan secara terus-menerus, atlet terlatih untuk profesional. Dengan demikian, mereka dapat menikmati hasil jerih payahnya selama menjadi atlet," ucapnya.

Selain itu, dia mengharapkan perkembangan pencak silat di Kab. Garut dapat ditingkatkan. "Keberadaan GOR yang baru ini menjadi salah satu upaya untuk pembinaan atlet sehingga perlu dipelihara untuk kelanggengan infrastruktur pendukung," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Kabag Bidang Administrasi Kemasyarakatan Setda Garut Lily Aliyubnu. Pembangunan secara swadaya GOR tersebut patut diapresiasi karena pengembangan cabor pencak silat dilakukan lewat pemberdayaan tanpa perlu menunggu bantuan dari pemerintah. "Pembinaan olah raga sekaligus upaya peningkatan prestasi merupakan bagian integral pembangunan karakter daerah," katanya. (A-158)***

LATIHAN PENCAK SILAT SDN 4 CIBIRU BANDUNG


SOBAT-SOBAT kelas V SDN 4 Cibiru, Kota Bandung, melakukan latihan rutin pencak silat setiap Selasa di sekolahnya. Latihan dilakukan per kelas. Pencak silat merupakan salah satu cabang olah raga yang diajarkan di SD ini. Baik laki-laki maupun perempuan, semua boleh ikut serta dalam latihan. Selain untuk menjaga kesehatan, pencak silat juga bermanfaat untuk melindungi keselamatan diri. Dengan menguasai jurus-jurus yang diajarkan, kita bisa membela diri, menghindar dari maksud-maksud jahat. Akan tetapi, ingat sobat, kepandaian pencak silat bukan digunakan untuk ajang berkelahi lho. (Ag. Tri Joko Her Riadi/"PR")***

LATIHAN PENCAK SILAT SDN 4 CIBIRU BANDUNG


SOBAT-SOBAT kelas V SDN 4 Cibiru, Kota Bandung, melakukan latihan rutin pencak silat setiap Selasa di sekolahnya. Latihan dilakukan per kelas. Pencak silat merupakan salah satu cabang olah raga yang diajarkan di SD ini. Baik laki-laki maupun perempuan, semua boleh ikut serta dalam latihan. Selain untuk menjaga kesehatan, pencak silat juga bermanfaat untuk melindungi keselamatan diri. Dengan menguasai jurus-jurus yang diajarkan, kita bisa membela diri, menghindar dari maksud-maksud jahat. Akan tetapi, ingat sobat, kepandaian pencak silat bukan digunakan untuk ajang berkelahi lho. (Ag. Tri Joko Her Riadi/"PR")***

Indonesia Bangga Pencak Silat Masuk di AMAG 2009

Jakarta, (tvOne)

Indonesia bangga dengan hadirnya pencak silat yang dipertandingkan dalam AMAG (Asian Martial Arts Games/Kejuaraan Bela Diri Asia) 2009 di Bangkok, Thailand, karena cerminan bahwa Indonesia memiliki seni bela diri yang diakui dunia.

"Terlepas masalah prestasi, namun kita sebagai bangsa Indonesia merasa bangga melihat tulisan-tulisan `Pencak Silat` di sudut-sudut Kota Bangkok, yang mencerminkan pengakuan dunia bahwa Indonesia memiliki seni bela diri khas," kata Wakil Ketua Kontingen Indonesia pada AMAG 2009, Achmad Amins di Bangkok, Selasa.

Amins seperti dilansir Antara menjelaskan bahwa pada event tersebut hadir 45 negara di kawasan Asia termasuk negara-negara pecahan Uni Sovyat/Rusia sehingga kian memperkenalkan seni bela diri tersebut serta nama Indonesia di mancanegara.

"Tengok saja Thailand semua hal yang berbau negara ini mampu mereka kemas dan jual untuk mendukung sektor kepariwisataan, mengapa kita tidak melakukan hal yang sama, ingat pencak silat ingat Indonesia," kata Achmad Amins yang juga walikota Samarinda itu.

Hal itu disampaikannya sesuai menyerahkan penghargaan sejumlah uang kepada Eka Sahara, atlet kelas berat putri dan Rizal Syamsir, atlet kelas putra taekwondo yang masing-masing berhasil meraih perunggu dan perak. Eka Sahara adalah atlet Pelatnas berasal dari Kaltim yang sempat memperkuat tim taekwondo provinsi itu pada PON XVII-2008 Kaltim, sedangkan Rizal berasal dari Ambon.

Mengenai prestasi atlet Indonesia pada AMAG, ia mengakui bahwa cukup membanggakan karena semula memang tidak mematok target muluk-muluk, seperti keberhasilan atlet judo dan taekwondo yang meraih mendali pada event tersebut.

"Kita menyadari bahwa negara yang melahirkan seni bela diri seperti judo dan taekwondo juga hadir dalam AMAG, namun kita bisa mencuri medali, sudah tentu hal ini membanggakan," katanya.

Mengenai pelaksaan AMAG, ia mengakui bahwa kalah "pamor" dengan SEA Games atau Asia Games karena cabang olahraga yang dipertandingkan terbatas. "Justru itu ada wacana bahwa event ini menjadi yang pertama dan terakhir karena berdekatan dengan SEA Games dan Asian Games sehingga menjadi beban keuangan bagi negara peserta," imbuh dia.

Namun, bukan berarti tertutup samasekali untuk menggelar event itu, ia menilai bahwa Kaltim siap mempelopori agar event tersebut bisa dilaksanakan dengan bentuk kemasan berbeda, misalnya hanya tingkat Asean karena negara-negaranya berdekatan tentu biaya akan lebih murah. "Setelah melihat venues untuk mempertandingan sejumlah cabang olaharag bela diri ini di Thailand, maka sebenarnya Kaltim memiliki venues yang lengkap dan mewah," ujar dia.

Misalnya, Indoor Stadium Huamark Bangkok, tempat acara pembukaan AMAG dan lokasi pertandingan beberapa seni bela diri yang digelar dalam event itu maka kapasitas serta kemegahan gedung kurang lebih seperti Stadion Madya Sempaja Samarinda.

"Bahkan, Stadion Madya Lebih Lengkap karena terdapat asrama dan hotel atlet, jadi kita harus menangkap peluang untuk menggelar event seperti ini untuk mendukung sektor lain, misalnya kepariwisataan," papar Achmad Amins.

JAMBORE SENI PENCAK SILAT AKAN DIGELAR TIAP TAHUN

Jakarta - Sesuai dengan yang dicita-citakan para pendiri Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) pada awal pendiriannya tanggal 18 Mei 1948 yang intinya ingin mempersatukan pergguruan silat seluruh Indonesia serta menjadi wadah penyaluran bakat para pencinta pencak silat, skaligus menggali, membangun, mengembangkan dan melestarikan seni budaya pencak silat.

Panitia Jambore Seni Pencak Silat Indonesia berniat untuk melaksanakan kegiatan berkesinambungan tiap tahunnya.

Melihat tanggapan positif yg diberikan oleh 54 perguruan silat dar berbagai penjuru Indonesia dan masukan dari sekitar 1000 peserta jambore, Panitia Jambore mempertimbangkan untuk menjadikan kegiatan ini sebuah agenda tahunan. Seni budaya Pencak Silat harus kita lestarikan, hanya melalui kegiatan seperti ini kita dapat melestarikanya.," ujar Andi Mappaganty, Ketua Harian Panitia Jambore Seni Pencak Silat Indonesia melalui rilisnya, Sabtu (18/7). "Panitia juga ingin secara aktif menjadikan pencak silat sebagai sarana aktif pembangunan dan pembentukan karakter bangsa," tambah Andi. (ray)

Pencak Silat Indonesia Berjaya di AMAG

BANGKOK-Cabang unggulan Indonesia di ajang Asian Martial Arts Games, pencak silat, menyumbangkan empat emas dan dua perak, pada pertandingan hari ini, Jumat (7/9).

Pada bagian putri, Pengky Simbar yang turun di kelas A & Endah Fitriani Puspa di kelas E hanya mendapatkan perak setelah kalah dari pesilat Vietnam. Namun, Suparniti Ni Nyoman berhasil merebut emas dari kelas D.

Sedangkan untuk putra, Lutfan Budi Santosa yang turun di Kelas B Putra menyumbangkan emas setelah mengalahkan pesilat Filipina, Jul-omar Abdulhakim. Janoko Pujo di kelas C Putra juga berhasil mengantongi medali emas. Emas terakhir adalah sumbangan I Komang Wahyu dari kelas E setelah berhasil mengalahkan pesilat asal Singapura, Shafiq Muhammad Nor.

Dengan demikian, Indonesia jadi menempati posisi keenam dengan 5 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Posisi pertama ditempati oleh Thailand dengan perolehan medali sebanyak 18 emas, 13 perak & 15 perunggu.
Asian Indoor Games - 2009

Tuan Rumah Porda Akan Dapat Bantuan

PAJAJARAN,(GM)-
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat akan membantu memberikan anggaran revitalisasi sarana olahraga pada Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2009 bagi tuan rumah Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar. Kendati demikian, Dispora Jabar belum dapat memastikan jumlah anggaran yang akan diberikan Pemprov Jabar tersebut.

"Kita akan mengajukan bantuan dana bagi tuan rumah Porda pada ABT ini. Namun besarnya bergantung pada pembahasan di DPRD Jabar. Kita mendukung pemberian bantuan bagi tuan rumah Porda untuk perbaikan sarana olahraga," ujar Kepala Dispora Jabar, Amung Ma'mun di Gedung KONI Jabar, Kamis (20/8).

Amung mengatakan, bantuan untuk perbaikan sarana olahraga tuan rumah Porda pada ABT 2009 proses pelaksanaannya dapat dilaksanakan tahun ini juga. Karena jika baru dianggarkan dalam APBD 2010, proses perbaikan sarana olahraga sulit diselesaikan sebelum pelaksanaan Porda.

"Hal yang wajar jika tuan rumah Porda memperoleh bantuan perbaikan sarana olahraga dari Pemprov Jabar. Kemungkinan jumlahnya akan diketahui pada Senin (24/8) mendatang setelah ada pengesahan dari DPRD Jabar," tuturnya.

Diakuinya, Dispora Jabar juga telah bertemu dengan para tuan rumah Porda tentang anggaran yang dibutuhkan untuk memperbaiki sarana. Para tuan rumah tersebut adalah Kota Bandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi, dan Kab. Bandung Barat.

"Kita bertemu dengan pemerintahnya. Karena, mereka yang lebih terkait dengan anggaran. Tetapi, sebagian dari mereka juga pengurus KONI daerah," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Satgas Porda Kab. Bandung, Herda M. Gani berharap bantuan yang diberikan Pemprov Jabar sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan Kab. Bandung untuk merevitalisasi sejumlah sarana olahraga. Karena, anggaran yang dibutuhkan Kab. Bandung menjadi tuan rumah Porda XI/2010 cukup besar, yaitu Rp 99 miliar.

"Kita tunggu hasil persetujuan dari DPRD Jabar. Mudah-mudahan jumlahnya cukup membantu Kab. Bandung," katanya. (B.98/B.111)**

Rabu, 19 Agustus 2009

Dispora Jabar Seleksi Atlet dan Pelatih Jadi PNS

PAJAJARAN,(GM)-
Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat kembali membuka kesempatan bagi atlet dan pelatih berprestasi untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Kendati demikian, belum diketahui jumlah kuota yang diberikan Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) kepada Jabar.

"Kita belum tahu jumlah kuota yang akan diberikan. Tetapi kita berharap jumlahnya tidak berkurang dibanding tahun lalu. Tahun lalu ada 18 atlet yang diangkat menjadi PNS," ujar Kepala Dispora Jabar, Amung Ma'mun di Gedung KONI Jabar, Rabu (19/8).

Menurutnya, untuk dapat menjadi PNS, ada ketentuan yang telah dikeluarkan Menegpora. Sebagai contoh, atlet yang dianggap berprestasi, yaitu meraih emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON), perak di SEA Games atau perunggu di Asian Games.

"Bagi para atlet dan pelatih yang berminat dapat menyampaikan data prestasinya ke KONI Jabar sebelum diserahkan ke Dispora Jabar," jelasnya.

Sementara itu, hingga kemarin sudah ada 51 atlet dan pelatih yang menyerahkan datanya ke KONI Jabar untuk bisa menjadi PNS. KONI Jabar hanya memberikan klarifikasi atas prestasi yang telah diraih atlet dan pelatih yang bersangkutan.(B.98/ren.job)**

Maskot Kab. Bandung Diputuskan

SOREANG,(GM)-
KONI Kabupaten Bandung, hari ini, Kamis (20/8), menggelar rapat dengan agenda penilaian terhadap master maskot tuan rumah Porda XI/2010. Maskot ayam jalak ini dibuat pihak ketiga.

"Setelah kita menerima master maskotnya, besok (hari ini, red), kita akan memberikan penilaian terhadap maskot yang dibuat pihak ketiga tersebut," ujar Sekretaris Umum KONI Kabupaten Bandung, Drs. H. Komarudin Saleh, M.Si. kepada "GM" di Sekretariat KONI Kab. Bandung, Jalan Raya Soreang-Ciwidey, Rabu (19/8).

Menurutnya, maskot yang telah dibuat tersebut sudah sesuai dengan keinginan dan mencitrakan jati diri Kab. Bandung. Maskot ayam jalak tersebut dibuat dalam beberapa versi, termasuk yang merepresentasikan 17 cabor Porda yang akan digelar di Kab. Bandung.

"Master maskot yang kita terima sudah lengkap. Dari mulai master maskot yang merujuk pada Kab. Bandung sebagai tuan rumah, sampai yang menggambarkan 17 cabor yang akan dipertandingan di Kab. Bandung," ungkapnya.

Setelah melakukan penilaian dan , Sekretaris KONI akan segera menyelesaikan hak cipta, disesuaikan dengan anggaran yang ada. "Jika maskotnya disetujui kita langsung mengurus hak ciptanya," katanya.

Setelah itu, KONI Kab. Bandung secepatnya akan menyerahkan maskot yang akan digunakan dalam Porda mendatang itu kepada KONI Jawa Barat.

"Pokoknya kita akan secepatnya menyelesaikan masalah maskot ini. Jika semuanya sudah beres, kita akan langsung menyerahkannya kepada KONI Kabupaten Bandung," tegasnya. (B.111) **

KONI Jabar Takkan Mengubah SK

PAJAJARAN,(GM)-
Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Barat tidak akan merevisi pembatasan usia dan penambahan nomor, bagi cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar mendatang. Keputusan tersebut memastikan SK KONI Jabar No. 16/2009 tentang cabor, nomor, dan usia atlet pada Porda XI/2010 tidak berubah.

"Masih ada pengurus cabor yang meminta agar nomor pertandingan ditambah dan usia diberikan toleransi lagi. Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres), mempunyai tugas untuk mengawal SK tersebut, sehingga tidak mungkin memberikannya. Seharusnya sudah tidak ada lagi bargaining tentang hal itu," ujar Wakil Ketua Bidang Binpres KONI Jabar, Dede Rohmad Nurjaya di Gedung KONI Jabar, Selasa (18/8).

Diungkapkan Dede, permintaan penambahan nomor dan usia tersebut muncul saat Bidang Binpres melakukan klarifikasi atas technical handbook yang diberikan pengurus cabor kepada KONI Jabar.

Padahal pada SK No. 16/2009 tersebut, KONI Jabar telah memberikan toleransi kepada sejumlah cabor.

"Jika SK tersebut belum diturunkan, masih memungkinkan untuk diubah. Tetapi SK sudah turun, maka kecil kemungkinan bagi KONI untuk memenuhi keinginan cabor. Jika ingin perubahan, seharusnya sebelum SK keluar," jelas Dede.

Sementara itu, hingga kemarin KONI Jabar baru menerima 29 technical handbook. Dengan demikian, masih ada sekitar 14 cabor yang belum menyerahkan. Baru 8 technical handbook cabor yang telah diklarifikasi. Di antaranya panahan, dayung, karate, pencak silat, atletik, basket, dan hoki. (B.98)**

Sirkuit Pencak Silat Antarpaguron Se-Jawa Barat

SOREANG,(GM)-
Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Jawa Barat memimpin klasemen akhir Sirkuit Pencak Silat Antarpaguron se-Jawa Barat seri II yang berakhir Minggu (16/8), di GOR KONI Kabupaten Bandung, Jalan Raya Soreang-Ciwidey. PPLP Jabar menempati puncak klasemen setelah empat pesilatnya menjadi pengumpul nilai tertinggi.

Di kelas A putra, pesilat PPLP Jabar, Andri mengumpulkan nilai 14 hasil 7 kali menang atau meraih nilai sempurna. Sedangkan di kelas E, M. Alan Muchyidin menambah perolehan nilai PPLP Jabar juga dengan nilai sempurna 14. Dalam 7 pertarungan yang dijalaninya, M. Alan tak sedikit pun mendapat perlawanan.

Dua pesilat lainnya yang memperlihatkan keperkasaannya terjadi di kelompok putri melalui Cahyariani di kelas A dan Wewey Wita di kelas C. Baik Cahyariani maupun Wewey mengumpulkan nilai sempura yaitu 10 dari 5 pertarungan yang dimainkannya.

Sedangkan di empat kelas lainnya, pesilat dari Paguron Merpati Putih dan PPS SMI memperlihatkan dominasinya. Di kelas B dan C, pimpinan klasemen ditempati pesilat Merpati Putih, Rendi K. dan Imam Putra.

Rendi K. menjadi pemimpin klasemen dengan nilai 14 dari 8 pertarungan yang dijalaninya atau hanya menderita sekali kekalahan. Sementara Imam memimpin klasemen kelas C dengan enam kemenangan dan dua kali kalah atau mengumpulkan nilai 12.

Dua kelas lainnya yaitu kelas D putra dan B putri menjadi milik pesilat PPS SMI. Abdurrauf Alting memimpin klasemen kelas D putra dengan mengumpulkan nilai sempurna 14 dari 7 penampilannya. Di kelas B putri, wakil PPS SMI, Dewi Kurniawati memimpin klasemen dengan nilai 12 hasil 6 kali kemenangan.

Bidang Pembinaan dan Pemasalan Pengda IPSI Jabar, Ferry Hendarsin menyatakan, sirkuit seri III atau yang terakhir akan digelar pada Oktober mendatang di Bekasi. Tuan rumah seri III adalah Paguron KPS Nusantara.

"Untuk seri III, kita rencanakan digelar selama tiga hari, yakni 10-12 Oktober mendatang," ujarnya kepada "GM", Minggu (16/8).

Ferry berharap semua paguron mengikuti seri terakhir nanti.

"Kami meminta dan menganjurkan kepada setiap paguron untuk mengikuti sirkuit seri III. Ajang tersebut bisa dijadikan sebagai try out menghadapi babak kualifikasi bulan Desember mendatang. Sayang jika kesempatan ini dilewatkan begitu saja karena hampir 80% peserta sirkuit ini akan turun pada babak kualifikasi nanti," katanya. (B.111)**

Cegah Kecurangan Penilaian Pakai Komputer

SOREANG,(GM)
Pengurus Daerah (Pengda) Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Jabar melakukan gebrakan baru dengan menggunakan sistem komputerisasi dalam penjurian pertandingan. Sistem komputerisasi tersebut sengaja dibuat untuk mengantisipasi terjadinya kecurigaan terhadap penilaian yang dilakukan setiap juri pertandingan.

"Kita ingin menjadi yang pertama dalam pengunaan sistem komputerisasi ini. Sebenarnya sistem komputerisasi ini sudah kita coba sejak sirkuit pertama," ujar Ketua Umum Pengda IPSI Jabar, Setia Hidayat kepada wartawan usai pembukaan sirkuit.

Menurutnya, dengan sistem tersebut, diharapkan penilaian yang dilakukan akan jujur dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Dengan sistem ini, setiap pelatih dan penonton bisa melihat raihan nilai setiap pesilat yang bertanding.

"Nilai setiap pesilat bisa diketahui pelatih dan penonton karena kita menggunakan slide. Jadi penilaian dari setiap juri bisa langsung dilihat," ungkap Setia.

Namun untuk mengembangkan sistem komputerisasi ini, pihaknya dihadapkan pada masalah pendanaan untuk mempatenkan sistem tersebut. IPSI Jabar membutuhkan sekitar Rp 120 juta untuk membeli hak cipta dan mempersiapkan software-nya.

"Memang kendalanya ada di masalah pendanaan. Kita butuh Rp 120 juta untuk bisa mempatenkan hak cipta dan menyebarluaskannya ke seluruh Indonesia," katanya.(B.111)**

Sirkuit Pencak Silat Seri II Sembilan Paguron Siap Tampil

SOREANG,(GM)-
Sembilan dari 11 paguron pencak silat se-Jawa Barat, dipastikan akan tampil pada Sirkuit Pencak Silat Antarpaguron IPSI Jawa Barat Seri II yang akan berlangsung di GOR KONI Soreang, Jalan Raya Sorean-Ciwidey, Sabtu-Minggu (15-16/8). Dalam sirkuit ini, setiap paguron akan menurunkan para pesilatnya di 8 kelas.

Ketua pelaksana, Ujang Jayadiman mengatakan, terdapat dua paguron yang menyatakan absen tampil di sirkuit seri II ini. Keduanya adalah Paguron Ayu Pusaka Indonesia (API) dan Bima Suci. "Sedangkan sembilan paguron yang akan tampil meliputi Merpati Putih, PPLP Jabar, Perisai Diri, KPS Nusantara, Tadjimalela, Riksa Budi Kiwari, Padjadjaran Nasional, Satria Muda Indonesia (SMI), dan Persinas Asad," ujarnya kepada "GM" di Sekretariat IPSI Kabupaten Bandung, Jumat (14/8).

Menurut Ujang, semua paguron sudah hadir dan siap berkompetisi. Para peserta ditempatkan di Mes Persikab selama pelaksanaan sirkuit. "Semua akomodasi peserta ditanggulangi IPSI Kabupaten Bandung sebagai panitia pelaksana. Para peserta, kita tampung di Mes Persikab," ungkapnya.

Ujang yang juga Pjs. Ketua Paguron Riksa Budi Kiwari (RBK) menyatakan, pada sirkuit ini pihaknya menurunkan lima pesilat putra dan satu pesilat putri. Kelima pesilat tersebut adalah Deki, Asep Rahmat, Asep Hermansyah, Taruna, dan Ade Kikin. Di bagian putri, RBK menurunkan Selvia.

"Lima pesilat putra akan turun di lima kelas, yakni kelas A sampai kelas E. Sedangkan putri hanya turun di kelas A," ungkapnya.

Dijelaskan Ujang, empat dari enam pesilat RBK merupakan pesilat yang dipersiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) XI/2010 Jabar.

Meski bertindak sebagai tuan rumah, ia tidak menbebankan target apa pun kepada para pesilatnya. Pihaknya hanya menginginkan para pesilatnya menambah pengalaman dan jam terbang.

"Sirkuit ini kita jadikan sebagai uji tanding para pesilat kita sebelum turun di babak kualifikasi Porda, Desember nanti. Kita berharap, pengalaman dan jam terbang bertanding anak-anak bertambah," tandasnya. (B.111)**

Senin, 17 Agustus 2009

Sirkuit Putaran Ke-2 Hari Terakhir

Alhamdulillah, dengan mengucapkan syukur tak terhingga. Akhirnya acara ini berakhir dengan sukses, aman dan lancar. Meskipun PS. RBK tidak dapat menghasilkan nilai yang sempurna, namun kebanggaan atas kerja keras semua pihak menjadikan penghargaan tersendiri bagi PS. RBK. Baik dalam penyelenggaraan kegiatan maupun para atlet yang telah memberikan segala daya upaya untuk menghasilkan point terbaiknya.

Dari Sekian banyak pesilat yang diturunkan oleh PS. RBK, Asep Hermansyah menang dua kali atas Pesilat Persinas Asad dan Pesilat Perisai Diri. Sedangkan pada pertandingan terakhir ia dikalahkan oleh pesilat Risman asal PPLP Jabar. Dan untuk Pesilat PS. RBK lainnya, harus puas dengan kemenangan masing-masing satu kali. Deki hanya mampu menumbangkan pesilat dari Persinas Asad dan sisanya Taruna, Acek, Ade Kin - kin serta Selvia menang lantaran undur diri.

Namun begitu, kebanggaan ini tidak akan pernah sirna. Sebab keberhasilan dalam penyelenggaraan Sirkuit Antar Perguruan Se-Jawa Barat Putaran Ke-2 merupakan catatan tersendiri bagi PS. RBK. Ini kembali ditegaskan oleh Kang Tarna selaku Binpres Pengda IPSI Jabar dalam kesempatan Penutupan Kegiatan, "terima kasih banyak kepada Perguruan Pencak Silat Riksa Budi Kiwari yang telah sukses melaksanakan kegiatan ini" ucapnya. Lebih bangga lagi acara ini ditutup dengan silaturahmi yang baik oleh Ibu Titih dan Bapak S. Suhendi Selaku Dewan Wasit Juri Jawa Barat.

(Chandra Gupta, S.Fil.I)

Sabtu, 15 Agustus 2009

Sirkuit Antar Perguruan Putaran Ke-2

Pesilat asal Persinas Asad menerjang Asep Hermansyah (Pesilat PS. RBK) dengan tendangan lurusnya, namun saat akan mengenai sasaran, Asep dengan refleks mengambil kaki sang lawan yang kemudian dibantingkan dengan sekuat tenaga. "Jatuhan untuk Pesilat sudut biru!" itulah ucapan dari anouncer yang kian mematangkan nilai Asep di puncak kemenangan.

Pertandingan ini berjalan selama tiga babak, tiga kali dua menit. Pada saat pertandingan ini berlangsung, Asep selalu memperlihatkan teknik - teknik silat yang begitu memanjakan para penonton. Dari teknik pukulan, tendangan, sapuan dan juga teknik bantingan yang menjadi point tertinggi kemenangan Asep.

Meskipun pertandingan ini begitu alot dan sangat menegangkan, namun Asep dapat mengakhirinya dengan sebuah kemenangan yang gemilang dengan skor akhir 5 - 0.

Selain Asep, Pesilat PS. RBK lainnya yang mendapat kemenangan adalah: Deki (kls. A/Pa), Ade Kin Kin (kls. E/Ps) dan Taruan (kls. D/Pa) yang masing - masing mendapatkan kemenangan sekali, karena di pertandingan yang lainnya mereka medapatkan kekalahan.

Dengan hasil ini, PS. RBK belum merasa puas. Karena pada hari kedua mereka akan kembali berlomba untuk memburu poin penuh, agardapat memberikan nilai plus pada perguruan.

Tetaplah bersemangat, raihlah kemenanganmu kawan!

(Chandra Gupta, S.Fil.I)

Minggu, 02 Agustus 2009

Semangat PS. RBK Untuk Sirkuit Antar Perguruan

Beberapa teknik bertarung telah diberikan kepada atlet-atlet pencak silat Riksa Budi Kiwari (RBK). Pemberian teknik ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan atlet untuk mengikuti Sirkuit antar perguruan se - Jawa Barat yang akan dilakukan dua minggu mendatang. Meski dirasa persiapan ini masih kurang, namun diharapkan para atlet mampu memberikan prestasi terbaik dalam pelaksanaannya nanti.

Disamping mempersiapkan atlet, PS. RBK juga sangat fokus terhadap pelaksanaannya nanti. ini dikarenakan PS. RBK sebagai tuan rumah sekaligus sebagai pelaksana, sangat berharap acara ini bisa berjalan dengan lancar, aman dan sukses dengan meriah. Apalagi, kejuaraan ini diikuti oleh beberapa Perguruan Pencak Silat yang notabene mempunyai nama besar di jaga Padjadjaran ini. Bukan saja gengsi perguruan yang akan dipertaruhkan, tapi juga gengsi Daerah. Mengingat pada tahun 2010 mendatang akan diadakan Pekan Olahraga Daerah (PORDA) Jawa Barat ke XI di Kota/Kabupaten Bandung.

Selain dijadikan sebagai ajang pencarian atlet daerah berpotensi besar, Sikuit Antar Perguruan Se-Jawa Barat ini akan dijadikan sebagai ajang untuk mengukur kekuatan daerah dalam rangka menghadapi PORDA, yang mayoritas atlet pencak silat Kabupaten Bandung berasal dari Perguruan Pencak Silat Riksa Budi Kiwari (RBK).

Namun yang paling penting dalam pelaksanaan Kejuaraan ini adalah do'a yang dapat melancarkan segala urusan. Kami segenap kepengurusan PS. RBK memohon do'a kepada masyarakat Jawa Barat agar kegiatan ini dapat berjalan sesuai rencana. Amin.

(Chandra Gupta, S.Fil.I)